sub_menu

Selasa, 11 Desember 2012

cara membangun keluarga sakinah


cara  membangun keluarga sakinah
Assalamualikum Warahmatuallahi Wabarokatu

الْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ اْلإِيْمَانِ وَاْلإِسْلاَمِ. وَنُصَلِّيْ وَنُسَلِّمُ عَلَى خَيْرِ اْلأَنَامِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ
Segala puji bagi Allah yang telah memberikan anugerah iman dan Islam kepada kita.  Kita panjatkan doa dan keselamatan atas makhluk terbaik, pemimpin kita nabi Muhammad dan kepada keluarganya dan para sahabat semuanya.
Membangun keluarga Sakinah, Mawaddah, Warahmah
Perempuan adalah sumber sakinah, bukan laki-laki. Mari kita perhatikan firman Allah swt:
“Di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya Dia menciptakan untuk kalian isteri dari species kalian agar kalian merasakan sakinah dengannya; Dia juga menjadikan di antara kalian rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya dalam hal itu terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berpikir.” (Ar-Rûm: 21)”.
Dalam ayat ini ada kalimat “Litaskunû”, supaya kalian memperoleh atau merasakan sakinah. Jadi sakinah itu ada pada diri dan pribadi perempuan. Laki-laki harus mencarinya di dalam diri dan pribadi perempuan. Tapi perlu diingat laki-laki harus menjaga sumber sakinah, tidak mengotori dan menodainya. Agar sumber sakinah itu tetap terjaga, jernih dan suci, dan mengalir tidak hanya pada kaum bapak tetapi juga anak-anak sebagai anggota rumah tangga, dan gerasi penerus.

Kita bisa belajar dari fakta dan relialita. Kaum isteri yang sudah ternoda mata air sakinahnya berdampak pada anak-anak sebagai penerus ummat Rasulullah saw. Siapa yang paling berdosa? Jelas yang mengotori dan menodainya.
Sebagai pengantar untuk membangun keluarga sakinah baiklah kita pelajari Hak dan Kewajiban yang buat oleh Allah dan Rasul-Nya, antara lain:
1. Suami adalah pemimpin rumah tangga
“Kaum lelaki adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita)..”(An-Nisa’: 34)
2. Suami dipatuhi dan tidak boleh ditentang
3. Tanpa izin suami, isteri tidak boleh mensedekahkan harta suami, dan tidak boleh berpuasa sunnah.
4. Suami harus dilayani oleh isteri dalam hubungan badan kecuali uzur, dan isteri tidak boleh keluar rumah tanpa izinnya. Rasulullah saw bersabda:
“Isteri harus patuh dan tidak menentangnya. Tidak mensedekahkan apapun yang ada di rumah suami tanpa izin sang suami. Tidak boleh berpuasa sunnah kecuali dengan izin suami. Tidak boleh menolak jika suaminya menginginkan dirinya walaupun ia sedang dalam kesulitan. Tidak diperkenankan keluar rumah kecuali dengan izin suami.” (Al-Faqih, 3:277)
5. Menyalakan lampu dan menyambut suami di pintu
6. Menyajikan makanan yang baik untuk suami
7. Membawakan untuk suami bejana dan kain sapu tangan untuk mencuci tangan dan mukanya
8. Tidak menolak keinginan suami hubungan badan kecuali dalam keadaan sakit
Rasulullah saw juga bersabda:
“Hak suami atas isteri adalah isteri hendaknya menyalakan lampu untuknya, memasakkan makanan, menyambutnya di pintu rumah saat ia datang, membawakan untuknya bejana air dan kain sapu tangan lalu mencuci tangan dan mukanya, dan tidak menghindar saat suami menginginkan dirinya kecuali ia sedang sakit.” (Makarim Al-Akhlaq: 215)
Rasulullah saw juga bersabda:
“(Ketahuilah) bahwa wanita tidak pernah akan dikatakan telah menunaikan semua hak Allah atasnya kecuali jika ia telah menunaikan kewajibannya kepada suami.” (Makarim Al-Akhlaq:215)
Hak-Hak Isteri
1. Isteri sebagai sumber sakinah, cinta dan kasih sayang. Suami harus menjaga kesuciannya. (QS Ar-Rum: 21)
2. Isteri harus mendapat perlakukan yang baik
“Ciptakan hubungan yang baik dengan isterimu.” ( Al-Nisa’ :19)
3. Mendapat nafkah dari suami
4. Mendapatkan pakaian dari suami
5. Suami tidak boleh menyakiti dan membentaknya
Pada suatu hari Khaulah binti Aswad mendatangi Rasulullah saw dan bertanya tentang hak seorang isteri. Beliau menjawab:
“Hak-hakmu atas suamimu adalah ia harus memberimu makan dengan kwalitas makanan yang ia makan dan memberimu pakaian seperti kwalitas yang ia pakai, tidak menampar wajahmu, dan tidak membentakmu” (Makarim Al-Akhlaq:218)
Rasulullah saw juga bersabda:
“Orang yang bekerja untuk menghidupi keluarganya sama dengan orang yang pergi berperang di jalan Allah.”. (Makarim Al-Akhlaq:218)
“Terkutuklah! Terkutuklah orang yang tidak memberi nafkah kepada mereka yang menjadi tanggung jawabnya.” (Makarim Al-Akhlaq:218)
6. Suami harus memuliakan dan bersikap lemah lembut
7. Suami harus memaafkan kesalahannya
Cucu Rasulullah saw Imam Ali Zainal Abidin (sa) berkata:
“Adapun hak isteri, ketahuilah sesungguhnya Allah Azza wa Jalla telah menjadikan untukmu dia sebagai sumber sakinah dan kasih sayang. Maka, hendaknya kau sadari hal itu sebagai nikmat dari Allah yang harus kau muliakan dan bersikap lembut padanya, walaupun hakmu atasnya lebih wajib baginya. Karena ia adalah keluargamu Engkau wajib menyayanginya, memberi makan, memberi pakaian, dan memaafkan kesalahannya.”
Menghindari pertikaian
Rasulullah saw bersabda:
“Laki-laki yang terbaik dari umatku adalah orang yang tidak menindas keluarganya, menyayangi dan tidak berlaku zalim pada mereka.” (Makarim Al-Akhlaq:216-217)
“Barangsiapa yang bersabar atas perlakuan buruk isterinya, Allah akan memberinya pahala seperti yang Dia berikan kepada Nabi Ayyub (a.s) yang tabah dan sabar menghadapi ujian-ujian Allah yang berat. (Makarim Al-Akhlaq:213)
“Barangsiapa yang menampar pipi isterinya satu kali, Allah akan memerintahkan malaikat penjaga neraka untuk membalas tamparan itu dengan tujuh puluh kali tamparan di neraka jahanam.” (Mustadrak Al- Wasail 2:550)
Isteri tidak boleh memancing emosi suaminya, Rasulullah saw bersabda:
“Isteri yang memaksa suaminya untuk memberikan nafkah di luar batas kemampuannya, tidak akan diterima Allah swt amal perbuatannya sampai ia bertaubat dan meminta nafkah semampu suaminya.” (Makarim Al-Akhlaq: 202)
Ada suatu kisah, pada suatu hari seorang sahabat mendatangi Rasulullah dan berkata: “Ya Rasulullah, aku memiliki seorang isteri yang selalu menyambutku ketika aku datang dan mengantarku saat aku keluar rumah. Jika ia melihatku termenung, ia sering menyapaku dengan mengatakan: Ada apa denganmu? Apa yang kau risaukan? Jika rizkimu yang kau risaukan, ketahuilah bahwa rizkimu ada di tangan Allah. Tapi jika yang kau risaukan adalah urusan akhirat, semoga Allah menambah rasa risaumu.”
Setelah mendengar cerita sahabatnya Rasulullah saw bersabda:
“Sampaikan kabar gembira kepadanya tentang surga yang sedang menunggunya! Dan katakan padanya, bahwa ia termasuk salah satu pekerja Allah. Allah swt mencatat baginya setiap hari pahala tujuh puluh syuhada’.” Kisah ini terdapat dalam kitab Makarimul Akhlaq: 200.
BIMBINGAN RASULULLAH DALAM KEHiDUPAN BERUMAH TANGGA
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam selaku uswatun hasanah (suri tauladan yang baik) yang patut dicontoh telah membimbing umatnya dalam hidup berumah tangga agar tercapai sebuah kehidupan rumah tangga yang sakinah mawaddah warohmah. Bimbingan tersebut baik secara lisan melalui sabda beliau shallallahu ‘alaihi wasallam maupun secara amaliah, yakni dengan perbuatan/contoh yang beliau shalallahu ‘alaihi wasallam lakukan. Diantaranya adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam senantiasa menghasung seorang suami dan isteri untuk saling ta’awun (tolong menolong, bahu membahu, bantu membantu) dan bekerja sama dalam bentuk saling menasehati dan saling mengingatkan dalam kebaikan dan ketakwaan, sebagaimana sabda beliau shallallahu ‘alaihi wasallam:
اسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ فَإِنَّ الْمَرْأَةَ خُلِقَتْ مِنْ ضِلَعٍ وَإِنَّ أَعْوَجَ شَيْءٍ فِي الضِّلَعِ أَعْلَاهُ فَإِنْ ذَهَبْتَ تُقِيمُهُ كَسَرْتَهُ وَإِنْ تَرَكْتَهُ لَمْ يَزَلْ أَعْوَجَ
فَاسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ
“Nasehatilah isteri-isteri kalian dengan cara yang baik, karena sesungguhnya para wanita diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok dan yang paling bengkok dari tulang rusuk adalah bagian atasnya (paling atas), maka jika kalian (para suami) keras dalam meluruskannya (membimbingnya), pasti kalian akan mematahkannya. Dan jika kalian membiarkannya (yakni tidak membimbingnya), maka tetap akan bengkok. Nasehatilah isteri-isteri (para wanita) dengan cara yang baik.” (Muttafaqun ‘alaihi. Hadits shohih, dari shahabat Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu)
Dalam hadits tersebut, kita melihat bagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membimbing para suami untuk senantiasa mendidik dan menasehati isteri-isteri mereka dengan cara yang baik, lembut dan terus-menerus atau berkesinambungan dalam menasehatinya. Hal ini ditunjukkan dengan sabda beliau shallallahu ‘alaihi wasallam:
وَإِنْ تَرَكْتَهُ لَمْ يَزَلْ أَعْوَجَ
yakni “jika kalian para suami tidak menasehati mereka (para isteri), maka mereka tetap dalam keadaan bengkok,”
artinya tetap dalam keadaan salah dan keliru. Karena memang wanita itu lemah dan kurang akal dan agamanya, serta mempunyai sifat kebengkokan karena diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok sebagaimana disebutkan dalam hadits tadi, sehingga senantiasa butuh terhadap nasehat.
Akan tetapi tidak menutup kemungkinan juga bahkan ini dianjurkan bagi seorang isteri untuk memberikan nasehat kepada suaminya dengan cara yang baik pula, karena nasehat sangat dibutuhkan bagi siapa saja. Dan bagi siapa saja yang mampu hendaklah dilakukan.
 Allah subhanahu wata’ala berfirman (artinya):
“Dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (Al ‘Ashr: 3)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ
“Agama itu nasehat.” (HR. Muslim no. 55)
Maka sebuah rumah tangga akan tetap kokoh dan akan meraih suatu kehidupan yang sakinah, insya Allah, dengan adanya sikap saling menasehati dalam kebaikan dan ketakwaan.
DIANTARA TIPS/CARA MERAIH KEHIDUPAN YANG SAKINAH
1. Berdzikir
Ketahuilah, dengan berdzikir dan memperbanyak dzikir kepada Allah, maka seseorang akan memperoleh ketenangan dalam hidup (sakinah). Allah subhanahu wata’ala berfirman (artinya):
“Ketahuilah, dengan berdzikir kepada Allah, (maka) hati (jiwa) akan (menjadi) tenang.” (Ar Ra’d: 28)
Baik dzikir dengan makna khusus, yaitu dengan melafazhkan dzikir-dzikir tertentu yang telah disyariatkan, misal:
أَسْتَغْفِرُالله ,
dan lain-lain, maupun dzikir dengan makna umum, yaitu mengingat, sehingga mencakup/meliputi segala jenis ibadah atau kekuatan yang dilakukan seorang hamba dalam rangka mengingat Allah subhanahu wata’ala, seperti sholat, shoum (puasa), shodaqoh, dan lain-lain.

2. Menuntut ilmu agama
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِيْنَةُ
“Tidaklah berkumpul suatu kaum/kelompok disalah satu rumah dari rumah-rumah Allah (masjid), (yang mana) mereka membaca Al Qur`an dan mengkajinya diantara mereka, kecuali akan turun (dari sisi Allah subhanahu wata’ala) kepada mereka as sakinah (ketenangan).” (Muttafaqun ‘alaihi. Hadits shohih, dari shahabat Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu)
Dalam hadits diatas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memberikan kabar gembira bagi mereka yang mempelajari Al Qur`an (ilmu agama), baik dengan mempelajari cara membaca maupun dengan membaca sekaligus mengaji makna serta tafsirnya, yaitu bahwasanya Allah akan menurunkan as sakinah (ketenangan jiwa) pada mereka.
http://rizkyahmad88.wordpress.com/2011/07/19/membangun-keluarga-sakinah-mawaddah-warahmah/

Sabtu, 10 November 2012

contoh makalah algoritma dan pemprograman c++

berikut adalah contoh pembuatan makalah:
Algoritma dan Pemrograman I (C++)
Menggunakan BORLAND C++ 5.02

MAKALAH

OLEH:
Nama        : MUHAMAD ZAINUDIN
Kelas         : 12. 1A. 03


AKADEMI MANAJEMENT INFORMATIKA DAN KOMPUTER
BINA SARANA INFORMATIKA
PROGRAM STUDY : MANAJEMEN  INFORMATIKA
TAHUN 2012



Kata Pengantar

Puji dan syukur saya ucapkan kepada Allah SWT  karena atas ijinNya lah makalah ini bisa selesai. makalah ini membahas mengenai  pemprograman c++ menggunakan Borland c++ 5.02.
 Mudah –mudahan makalah ini bisa memberi masukan bagi  banyak orang khususnya bagi orang yang mempelajari pemrograman komputer untuk mempermudah mereka dalam membuat sebuah program yang baik. Sebelumnya saya mohon maaf bila dalam makalah ini terdapat kesalahan baik penulisan ataupun penjabarannya, karena saya masih dalam tahap belajar. Untuk itu kritik dan sarannya saya harapkan dan bisa dikirim ke alamat ini : nudinz@yahoo.co.id  atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

Daftar isi
Hal
Kata pengantar  ………………………………………………………………………………1
Daftar isi…………………………………………………………………………………………..1

Bab I pendahuluan
1.1   Latar Belakang Masalah…………………………………………………………. 2
1.2   Tujuan Makalah……………………………………………………………….…….  2

Bab II isi/pembahasan
2.1 Pengenalan  Bahasa C++………………………………………………………….. 3-5
2.2 Pengenalan Tipe Data, Perintah Masukan dan Keluaran………... 5-7
2.3 Operator  Dan Operasi String…………………………………………………..  7
2.4 Operasi  Penyeleksian Kondisi………………………………………………… 8-9
2.5 Proses  Perulangan ……………………………………………………………….. 10-11

BAB III PENUTUP
3.1 Simpulan dan saran ……………………………………………………………… 12
3.2 daftar pustaka  …………………………………………………………………….. 12









BAB I
PENDAHULUAN


1.1 LATAR BELAKANG MASALAH

Latar belakang di buatanya makalah ini adalah untuk memenuhi nilai-nilai yang kurang dari mata pelajaran yang khususnya Produktif (Pemograman C++) Borland 5.02. Juga untuk memenuhi suatu tugas yang di berikan oleh guru mata pelajaran Produktif (Pemograman C++) yang berguna untuk menambah nilai pada mata pelajaran tersebut.

1.2  TUJUAN MAKALAH

Tujuan di buat atau disusunya Makalah ini yaitu untuk menyelesaikan salah satu tugas mata pelajaran yang khususnya mata pelajaran C++. agar mendapat nilai tambahan yang khususnya mata pelajaran Pemograman C++.
            Selain itu, penulis berharap di buatnya makalah ini bukan hanya untuk tugas yang di berikan semata, akan tetapi bias membantu kita semua dalam hal mempelajari ilmu pengetahuan yang khususnya Pemograman C++ ini. Harapan penulis yaitu semoga makalah ini tidak hanya bermanfaat bagi penulis akan tetapi sangat-sangat bermanfaat khususnya juga bagi para pembaca atau kita semua yang membutuhkan untuk referensi ataupun salah satu sarana untuk menambah wawasan dalam hal ilmu pengetahuan yang khususnya Pemograman C++. Semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi penulis khsususnya dan kita semua amiin.











 
Bab 2
 isi/pembahasan.

2.1  **Pengenalan  Bahasa C++**
Sejarah Singkat
Sekilas Perkembangan Bahasa C

  Bahasa C dikembangken di Bell lab pada tahun 1972 ditulis pertama
kali oleh Brian W. Kernighan dan Denies M. Ricthie merupakan bahasa
turunan atau pengembangan dari bahasa B yang ditulis oleh Ken Thompson
pada tahun 1970 yang diturunkan oleh bahasa sebelumnya, yaitu BCL.
Bahasa C, pada awalnya dirancang sebagai bahasa pemrograman yang
dioperasikan pada sistem operasi UNIX. 
Bahasa C merupakan bahasa pemrograman tingkat menengah yaitu
diantara bahasa tinggat rendah dan tingkat tinggi yang biasa disebut dengan
Bahasa Tingkat Menengah. Bahasa C mempunyai banyak kemampuan yang
sering digunakan diantaranya kemampuan untuk membuat perangkat lunak,
misalnya dBASE, Word Star dan lain-lain.
Sekilas Tentang C++
 Pada tahun 1980 seorang ahli yang bernama Bjarne Stroustrup
mengembangkan beberapa hal dari bahasa C yang dinamakan “C with
Classes” yang pada mulanya disebut “a better C” dan berganti nama pada
tahun 1983 menjadi C++ oleh Rick Mascitti, dibuat di Laboratorium Bell,
AT&T. 
Pada C++ ditambahkan konsep-konsep baru seperti class dengan sifatsifatnya

yang disebut dengan Object Oriented Programming (OOP), yang
mempunyai tujuan utamanya adalah membantu dan mengelola program yang
besar dan kompleks.

Perbedaan Antara Bahasa C Dengan C++

 Bahasa C merupakan bahasa pemrograman prosedural, di mana
penyelesaian atas suatu masalah dilakukan dengan membagi-bagi masalah
tersebut ke dalam sub-sub masalah yang lebih kecil. Sedangkan C++
merupakan bahasa pemrograman yang memiliki sifat Object Oriented
Programming (OOP). Untuk menyelesaikan masalah, C++ melakukan
langkah pertama dengan mendefinisikan class-class yang merupakan a.-class
yang dibuat sebelumnya sebagai abstraksi dari objek-objek fisik. Class
tersebut berisi keadaan objek, anggota-anggotanya, dan kemampuan dari
objeknya. Setelah beberapa class dibuat, masalah dipecahkan menggunakan
class.




Pengenalan IDE Borland C++
 IDE merupakan singkatan dari Integrated Development Environment,
merupakan Lembar kerja terpadu untuk pengembangan program. IDE dari Borland
C++, dapat digunakan untuk: 

1. Menulis Naskah Program.
2. Mengkompilasi Program ( Compile )
3. Melakukan Pengujian Program ( Debugging )
4. Mengaitkan Object dan Library ke Program ( Linking )
5. Menjalankan Program ( Running )
Untuk mengaktifkan aplikasi Borland C++, lakukanlah langkah-langkah berikut ini:
Klik tombol Start-- pilih Program-- Borland C++ 5.02 --klik Borland C++.

IDE pada Borland C++, terbagi menjadi 4 (empat) bagian, yaitu:
a. Baris Menu ( Menu Bar )
Menu utama terdiri dari; File, Edit, Search, Run, Compile, Debug, Project,
Options, Window dan Help.
b. Baris Peralatan (Tools Bar)
Baris yang menampilkan shortcuts (icons) untuk mempermudah pengguna dalam
pembuatan program-program C++, seperti icon open, save, compiler, run dan lainlain.

c. Jendela Editor
Tempat untuk pengetikan program dan membuat program. Jika pertama kali anda
membuat program, nama file jendela editor adalah NONAME00.CPP
d. Jendela Message
Tempat untuk menampilkan pesan-pesan pada proses kompilasi dan link program.
Jika ada kesalahan sintax program maupun varibel dan objek, maka akan
diberikan pesan kesalahannya yang kemudian dapat didouble klik pada pesan
tersebut untuk mendapatkan petunjuk di baris yang mana terdapat kesalahannya.
e. Baris Status (Status Bar)
Baris yang akan menampilkan keterangan-keterangan pada saat mengaktifkan
menu bar dan sub menu serta keterangan-keterangan lain (seperti petunjuk baris
dan kolom, waktu yang sedang berjalan).

 Model Memori
Borland C++, mempunyai enam model memori untuk program dan data.
Model-model memori tersebut adalah:
 a. Model Tiny
Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk program dan data tidak
lebih dari 64 Kb.
b. Model Small
Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk masing-masing program
dan data tidak lebih dari 64 Kb.
c. Model Medium
Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk program tidak lebih dari
64 Kb dan data tidak lebih dari 64 K.
d. Model Compact
Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk program lebih dari 64
Kb dan data tidak lebih dari 64 K.


e. Model Large
Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk program dan data lebih
dari 64 K.
d. Model Huge
Model memori yang menyediakan jumlah memori untuk menyimpan satu jenis
data.

 Membuat File Editor 

File Editor merupakan file kode program yang dapat dikompilasi, kemudian
dijalankan untuk menampilkan hasilnya yang mempunyai ekstensi file .CPP.
Cara mengaktifkannya : Klik Menu File- Klik New -Text Edit .

   Menyimpan File Editor

Setelah selesai mengetikan naskah program yang baru pada jendela Text Edit,
maka selanjutnya disimpan dengan cara :
a. Kik Menu File - Save
b. Menekan HotKey Ctrl + KS.
Selanjutnya tampil jendela Save File As.

Menjalankan Program 

a.  Kik Menu Debug -Run
b. Menekan HotKey Ctrl + F9
Selanjutnya tampil kotak dialog Run.
Membuka File Editor
cara : Klik Menu File- Open.

2.2  ** Pengenalan Tipe Data, Perintah Masukan dan Keluaran**.

A. Pengenalan Tipe Data
Borland C++ memiliki 7 tipe data dasar dan 3 tipe tambahan, diantaranya:










B.Konstanta
Konstanta adalah suatu nilai yang sifatnya tetap. Secara garis besar konstanta
dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu:
Konstanta Bilangan
Konstanta Teks

C.Variabel
 Adalah suatu tempat menampung data atau konstanta dimemori yang
mempunyai nilai atau data yang dapat berubah-ubah selama proses program.
Dalam pemberian nama variabel, mempunyai ketentuan-ketentuan antara lain :
1. Tidak boleh ada spasi ( contoh : gaji bersih ) dan dapat menggunakan tanda garis
bawah ( _ ) sebagai penghubung (contoh : gaji_bersih).
2. Tidak boleh diawali oleh angka dan menggunakan operator aritmatika.
Variabel, dibagi menjadi dua jenis kelompok, yaitu :
Variabel Numerik
Variabel Teks
D.Perintah Keluaran
Perintah standar output yang disediakan oleh Borland C++, diantaranya
adalah :  [1] printf( ), [1] puts( ) ,[1] putchar( ) ,[1] cout( )

 Contoh-1
 #include <stdio.h>
#include <conio.h>
#include<iostream.h>
main( )
{
  char  nama =”dita”;
  int  nilai = 100;
  clrscr( );

  printf(“hai  %s, Kamu mendapatkan Nilai %i” , nama, nilai);
}

Contoh-2
 #include<stdio.h>
#include<conio.h>
#include<iostream.h>
main( )
{
 float  a1=87.5, a2=77.50;
clrscr( );
printf("Nilai Tugas 1: %2f \n",a1);
printf("Nilai Tugas 2: %2f ",a2);
getch( );
}





E.Perintah Masukan
Perintah standar input yang disediakan oleh Borland C++, diantaranya adalah:
[1] scanf( ); [1] gets( ); [1] cout( ); [1] getch( ); [1] getche( ).
CONTOH  SCANF( )
 #include<stdio.h>
#include<conio.h>
#include<iostream.h>
main( )
{
   char  nama[15],kelas[20],hobby[15];
   clrscr( );
   printf("\tBIODATA SAYA\n");
   printf("Nama : ");scanf("%s",&nama);
   printf("Kelas: ");scanf("%s",&kelas);
   printf("Hobby: ");scanf("%s",&hobby);
   getch( );
}
2.3  **Operator  Dan Operasi String**
Operator merupakan simbol atau karakter yang biasa dilibatkan dalam
program, yang digunakan untuk melakukan sesuatu operasi atau manipulasi, seperti
penjumlahan, pengurangan dan lain-lain.
 Operator mempunyai sifat sebagai berikut:
• Unary
 Sifat Unary pada operator adalah hanya melibatkan sebuah operand pada suatu
operasi aritmatik
 Contoh : -5
• Binary
 Sifat Binary pada operator adalah melibatkan dua buah operand pada suatu
operasi aritmatik  Contoh : 4 + 8
• Ternary
 Sifat Tenary pada operator adalah melibatkan tiga buah operand pada suatu
operasi aritmatik  Contoh :(10 % 3) + 4 + 2
CONTOH :
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
#include <iostream.h>
main( )
{
  int x,y, a=0, b=0, c = 0, d = 0;
  clrscr( );
  cout<<"Masukan Nilai A : "; cin>>x;
  cout<<"Masukan Nilai B : "; cin>>y;
  a=x+y; c = x% y;
  b=x-y; d = x * y;
  printf(“Hasil Dari A= X + Y= %i \n” , a);
  printf(“Hasil Dari B=X - Y= %i \n”,b)
  cout<<" Hasil dari C = X % Y = "<<c<<endl;
  cout<<" Hasil dari D = X * Y = "<<d<<endl;
  getch( );}

2.4  **Operasi  Penyeleksian Kondisi**
A.Pernyataan IF
Pernyataan if  mempunyai pengertian, “ Jika kondisi bernilai benar, maka
perintah akan dikerjakan dan jika tidak memenuhi syarat maka akan diabaikan”.
IF(KONDISI)
Pernyataan;
Contoh:
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
#include<iostream.h>
main( )
{
   float x,y;
   clrscr( );
 cout<<" Masukkan Nilai Positif atau Negatif "<<endl;
   cout<<" Nilai X : ";cin>>x;
   cout<<" Nilai Y : ";cin>>y;
 if ((x >= 0 ) && (y>=0))
    cout<<"X dan Y Bernilai POSITIF "<<endl;
   getch( );
}
B. Pernyataan IF - ELSE
 Pernyataan if  mempunyai pengertian, “Jika kondisi bernilai benar, maka
perintah-1 akan dikerjakan dan jika tidak memenuhi syarat maka akan mengerjakan
perintah-2”.
if (kondisi)
        perintah-1;
 else
        perintah-2;
C. Pernyataan NESTED IF 
Nested if merupakan pernyataan if berada di dalam pernyataan if yang
lainnya.

if(syarat)
{
 if(syarat)
 … perintah;
 else
 … perintah;
}
else
{
 if(syarat)
 … perintah;
 else
 … perintah;
}


D. Pernyataan IF – ELSE Majemuk 
Bentuk dari if-else bertingkat sebenarnya serupa dengan nested if, keuntungan
penggunaan if-else bertingkat dibanding dengan nested if  adalah penggunaan bentuk
penulisan yang lebih sederhana.
E. . Pernyataan switch - case 
 Bentuk dari switch - case merupakan pernyataan yang dirancangan khusus
untuk menangani pengambilan keputusan yang melibatkan sejumlah atau banyak
alternatif penyelesaian. Pernyataan switch - case ini memiliki kegunaan sama seperti
if – else bertingkat, tetapi penggunaannya untuk memeriksa data yang bertipe
karakter atau integer
CONTOH:
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
#include<iostream.h>
main( )
{
   char kode;
   clrscr( );
   cout<<"Masukkan Kode Barang [A..C] : ";
   cin>>kode;

   switch(kode)
   {
     case 'A' :
     case 'a' :
        cout<<"Alat Olah Raga";
       break;
     case 'B' :
     case 'b' :
        cout<<"Alat Elelktronik";
        break;
     case 'C' :
     case 'c' :
        cout<<"Alat Masak";
      break;
 default:
        cout<<"Anda Salah Memasukan kode";
    break;
   }
   getch( );
}



2.5  **Proses  Perulangan**
Operasi perulangan selalu dijumpai didalam bahasa pemrograman, disini
akan dibahasa beberapa perintah perulangan diantaranya.
A.Pernyataan for

for ( inisialisasi; syarat pengulangan; pengubah nilai pencacah )
{
 pernyataan / perintah;
 pernyataan / perintah;
 pernyataan / perintah.}

Kegunaan dari masing-masing argumen for diatas adalah :
Inisialisasi; merupakan bagian untuk memberikan nilai awal untuk variabel-
variabel tertentu.
Syarat Pengulangan; memegang kontrol terhadap pengulangan, karena bagian ini
yang akan menentukan suatu perulangan diteruskan atau dihentikan.
Pengubah Nilai Pencacah; mengatur kenaikan atau penurunan nilai pencacah.
CONTOH:
/* ---------------------------- */
/* Program for - bilangan turun */
/* ---------------------------- */
# include <stdio.h>
# include <conio.h>
#include<iostream.h>
main( )
{
  int a;
  clrscr( );
  for(a = 10; a >= 1; --a)
     cout<<a;
  getch( );
}
B.Pernyataan nested – for

for ( inisialisasi; syarat pengulangan; pengubah nilai pencacah )
{
  for ( inisialisasi; syarat pengulangan; pengubah nilai pencacah)
  {
     pernyataan / perintah;
  }
}
C. Perulangan Tidak Berhingga
Perulangan tak berhingga merupakan perulangan ( loop ) yang tak pernah berhenti
atau mengulang terus, hal ini sering terjadi disebabkan adanya kesalahan penanganan
kondisi yang dipakai untuk keluar dari loop.
D. Pernyataan goto
 Pernyataan goto merupakan instruksi untuk mengarahkan eksekusi program
ke-pernyataan yang diawali dengan suatu label. Label merupakan suatu pengenal
(identifier) yang diikuti dengan tanda titik dua ( : ).GO TO(LABEL);
E.  Pernyataan while
Pernyataan perulangan while merupakan instruksi perulangan yang mirip
dengan perulangan for. Bentuk perulangan while dikendalikan oleh syarat tertentu,
yaitu perulangan akan terus dilaksanakan selama syarat tersebut terpenuhi.
Bentuk umum perulangan while.
while ( syarat )
{
 Pernyataan / perintah ;
 Pernyataan / perintah ;
}
F. Pernyataan do - while
 Pernyataan perulangan do - while merupakan bentuk perulangan yang
melaksanakan perulangan terlebih dahulu dan pengujian perulangan dilakukan
dibelakang.
Bentuk umum perulangan do - while, sebagai berikut :
do
{
 Pernyataan / perintah ;
 Pernyataan / perintah ;
}
while ( syarat );
G. Pernyataan break
Pernyataan break telah dibahas pada pernyataan pengambilan keputusan
switch. Pernyataan break ini berfungsi untuk keluar dari struktur switch. Selain itu
pernyataan break berfungsi keluar dari perulangan (  for, while dan  do-while ). Jika
pernyataan break dikerjakan, maka eksekusi akan dilanjutkan ke pernyataan yang
terletak sesudah akhir dari badan perulangan ( loop ).
 H. Pernyataan continue
Pernyataan continue digunakan untuk mengarahkan eksekusi ke iterasi
(proses) berikutnya pada loop yang sama, dengan kata lain mengembalikan proses
yang sedang dilaksanakan ke-awal loop lagi, tanpa menjalankan sisa perintah dalam
loop tersebut.contoh continue:
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
main( )
{
   int bil;
   clrscr( );

   for(bil=1; bil<=10; ++bi   {
     if(bil==6)
        continue;
      printf(" %d ",bil);
   }
   getch( );
}


BAB III
PENUTUP

3.1 Simpulan dan saran
SIMPULAN
Bahasa C dikembangken di Bell lab pada tahun 1972 ditulis pertama
kali oleh Brian W. Kernighan dan Denies M. Ricthie merupakan bahasa
turunan atau pengembangan dari bahasa B yang ditulis oleh Ken Thompson
pada tahun 1970 yang diturunkan oleh bahasa sebelumnya, yaitu BCL.
 Borland C++ memiliki 7 tipe data dasar
Operator merupakan simbol atau karakter yang biasa dilibatkan dalam
program, yang digunakan untuk melakukan sesuatu operasi atau manipulasi, seperti
penjumlahan, pengurangan dan lain-lain.
Pernyataan if  mempunyai pengertian, “ Jika kondisi bernilai benar, maka
perintah akan dikerjakan dan jika tidak memenuhi syarat maka akan diabaikan”.
IF(KONDISI).

SARAN
Untuk penyempurnaan pembuatan makalah kedepannya, saya mengharapkan adanya saran dari semua pihak  baik dosen maupun seluruh mahasiswa yang membaca makalah ALGORITMA DAN PEMPROGRAMAN 1 C++ ini terhadap kekurangan yang terdapat pada makalah ini.

3.2  DAFTAR PUSTAKA
1.  Al Fatta, Hanif, S.k om. 2006. Dasar Pemrograman C++. Andi Offset. Yogyakarta
2.  Frieyadie. 2006. Panduan Pemrograman C++. Andi Offset. Yogyak arta
3. Kadir, Abdul. 2001. Pemrograman C++ menggunakan turbo C++ dan borland C++.
Andi Offset. Yogyakarta.
4.  Nugroho, Adi, ST., MMSI. Pemrograman Berorientasi Objek. Informatika. Bandung
5. Raharjo, Budi. 2004. Mengungkap Rahasia pemrograman dalam C++. Informatika. 
    Bandung.