sub_menu

Selasa, 11 Desember 2012

kata kata cinta

Kata kata cinta
·          
·         Kebencian hanya akan merugikan dirimu sendiri, tersenyum lah ketika hatimu tersakiti
·         Jangan biarkan seseorang mencintai mu diam-diam karena cinta bukan untuk di sembunyikan
·         Cintailah apa yang kamu miliki, dan milikilah apa yang kamu cintai
·         Cintailah sesuatu hanya sekedarnya saja, jangan lah kamu mencintai sesuatu melebihi dirimu sendiri
·         Jangan menjadikan seseorang ibarat sebuah batang tebu yang habis manis sepah di buang
·         Janganlah bangga ketika dirimu menjadi yang nomor satu, tetapi bangga lah ketika dirimu bermanfaat untuk orang lain
·         Janganlah kamu bermain dengan perasaan , tetapi pakailah logika jika kamu mengambil sebuah keputusan
·         Bencilah seseorang sewajarna karena suatu saat seseorang yang kamu benci mungkin akan menjadi seseorang yang penting dalam hidup mu
·         Cinta itu membuat orang yang kuat menjadi lemah dan orang yang lemah menjadi kuat
·         Cinta itu unik karena di dalam nya terdapat rasa dan warna yang berbeda-beda
·         Cinta bukanlah sebuah barang yang dapat kita beli, kita tukar maupun kita jual tapi cinta adalah sebuah perasaan yang harus kita nikmati
·         Cinta bagaikan musik yang mengalun harmonis
·         Janganlah kamu memikirnya apa yang harus di lakukan orang lain tapi berpikirlah apa yang harus kamu lakukan
·         Cinta ibarat sebuah medali yang harus di perjuangkan
·         Cinta sejati akan timbul dari hati seseorang yang tulus dan tidak menuntut apa –apa
·         Cinta itu terlalu istimewa karena setiap orang ingin memilikinya
·         Cinta itu indah tapi tidak selamanya di dalamnya ada keindahan
·         Cinta ibarat api, bila dipermainkan akan membakar diri sendiri
·         Cinta yang dibasuh oleh airmata akan tetap murni dan indah senantiasa. ( khalil Gibran )
·         Sesuatu menjadi spesial jika dirasakan, diucapkan, dilakukan, dan diberikan untuk seseorang, bukan semua orang
·         Apa yang bisa kita dapat dari kehidupan kita tergantung dari apa yang kita masukan ke situ
·         Rasa takut bukanlah untuk di nikmati tetapi untuk di hadapi
·         Kesetiaan adalah kunci dari cinta
·         Cinta ibarat sebuah tanaman yang harus diberi pupuk sebuah kejujuran ,ketulusan dan kepercayaan
·         Cinta timbul dari perasaan hati yang terdalam
·         Cinta dilihat bukan dari harta maupun fisik melainkan dari sebuah pengorbanan
·         Cinta ibarat sebuah pintu dan kejujuran adalah kuncinya
·         Cinta bagaikan oksigen yang di butuhkan banyak orang.
·         Kata-kata tidak mengenal waktu. Kamu harus mengucapkannya atau menuliskannya dengan menyadari akan keabadiannya. (khalil Gibran )
·         cinta bersifat relatif, seperti halnya sebuah sungai yang mengalir Mencari lautan sebagai pelabuhan terakhir.
·         Cinta tidak pernah meminta, ia senantiasa memberi, cinta membawa penderitaan, tetapi tidak pernah membalas dendam.
·         Cinta yang suci dapat dilihat dari pengorbanan seseorang bukanlah dari pemberian semata.
·         Cinta bukanlah kata murah dan lumrah dituturkan dari mulut ke mulut tetapi cinta adalah anugerah Tuhan yang indah dan suci.
·         Cinta itu seperti air, Dibutuhkan semua orang cuma-cuma, tapi banyak orang yang tidak menghargainya.
·         Kamu tidak akan pernah menemukan apa yang kamu cari dalam cinta, jika kamu tak mencintai dirimu sendiri.
·         Cinta bagaikan tulang rusuk yang saling menyatu satu sama lain.
·         Sebuah kesempurnaan ada ketika cinta tumbuh diantara kita.
·         Jika cinta tumbuh dari dalam hati segalanya akan terasa nikmat.
·         Rasa cinta akan semakin terasa ketika kita kehilangan dan sadar bahwa betapa kita telah menyia-nyiakannya.
·         Perlakukanlah setiap orang dengan kebaikan walaupun meraka berlaku buruk pada kamu.
·         Jangan menunggu hari esok, jika kamu bisa melakukannya hari ini.
·         Janganlah kamu mengungkit masa lalu karena masa lalu tidak perlu di ungkit-ungkit tetapi hanya untuk di kenang.
·         Cinta akan lari bila kita mencarinya tetapi cinta juga sering kali dibiarkan pergi bila ia menghampiri .
·         Cinta bukan berasal dari kata-kata tetapi dari segumpal keinginan diberi pada hati yang memerlukan.
·         Cinta bukanlah sebuah objek yang dapat diliat oleh kasat mata karena cinta hanya dapat di hayati, dirasakan melalui hati dan perasaan saja.
·         Keindahan cinta adalah ketika kita bisa menyayangi dan di sayangi seseorang.
·         Jangan mengubah dirimu hanya karena ingin dicinta, jika dia tidak bisa menerima kamu apa adanya, temukan seseorang yang bisa.
·         Cinta dimulai dengan senyuman, tumbuh dengan dekapan dan seringkali berakhir dengan air mata.
·         Aku tidak pernah tahu bagaimana cara memuja sampai aku mengetahui bagaimana cara mencinta. (Henry Word Beercher)
·         Salahlah orang yang mengira bahwa cinta itu datang kerana pergaulan yang lama dan rayuan yang terus-menerus. Cinta adalah tunas pesona jiwa, dan jika tunas ini tidak tercipta dalam sesaat, ia takkan tercipta bertahun-tahun atau bahkan dari generasi ke generasi . (Kahlil Gibran ).


contoh proposal kegiatan



PROPOSAL KEGIATAN
DALAM RANGKA PERINGATAN HUT RI KE-67

I. PENDAHULUAN
I.1 LATAR BELAKANG
Tema HUT RI ke-67: “Dengan Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945, Kita LanjutkanPembangunan Ekonomi Menuju Peningkatan Kesejahteraan Rakyat, serta Kita Perkuat Ketahanan Nasional Menghadapi Tantangan Global”.
I.2 MAKSUD DAN TUJUAN
I.2.1 Maksud
Adapun maksud diadakannya kegiatan ini adalah sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT dan kegembiraan dalam menyambut Hari Ulang Tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-67  pada tanggal 17 Agustus 2012.
I.2.2 Tujuan Kegiatan
Adapun tujuan diadakannya acara ini :
a. Mempererat tali silaturahmi antar sesama smk negeri 5 tangerang
b. Meningkatkan semangat juang dalam meraih prestasi diantara anak-anak.
c. Memupuk jiwa sportifitas dalam berlomba di antara anak-anak
d. Memupuk semangat kebangsaan antar generasi untuk memperkuat ketahanan nasional menghadapi tantangan global.
I.3 DASAR KEGIATAN
Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan :
1. Pancasila sila ke-3, “Persatuan Indonesia”.
2. Petunjuk dan arahan bapak ketua osis tentang pelaksanaan kegiatan  dalam rangka peringatan HUT RI ke-67 di tingkat sekolah smk negeri 5 tangerang




II. ISI PROPOSAL
II.1 TEMA KEGIATAN
Kegiatan yang mengedepankan kebersamaan warga antar generasi serta kegiatan anak-anak yang bersifat mengembangkan daya kreatifitas, ketrampilan, ketangkasan dan sportifitas.
II.2 MACAM KEGIATAN
1. Acara syukuran HUT RI ke-67 , 17 Agustus 2012
a. Syukuran & Doa
b. Santap Malam Bersama & Ramah Tamah
2. Perlombaan siswa
            a. lomba balap karung
            b. lomba catur
            c. futsal
            d. lomba baca puisi dan
            e. lomba mengaji
Detil pelaksanaan akan ditetapkan kemudian
II.3 PESERTA
Seluruh siswa siswi smk negeri 5 tangerang

II.4  WAKTU dan TEMPAT PELAKSANAAN
a. Perlombaan balita, anak-anak dan remaja
Hari, tanggal               : Selasa, 17 Agustus 2012
Waktu                                     : Pukul 07.30 WIB s.d. selesai
Tempat                        : Lapangan smk negeri 5 tangerang.



b. Acara syukuran HUT RI ke-65
Hari, tanggal               : Selasa, 24 Agustus 2012
Waktu                                     : Pukul 19.30 WIB s.d. selesai
Tempat                        : Lapangan smk negeri 5 tangerang
II.5  SUSUNAN KEPANITIAAN
Pelindung                    : Allah SWT
Penasehat                    : Bapak kepala sekolah
Penanggung Jawab                 : ketua Pelaksana
*Panitia Pelaksana*
Ketua Pelaksana                 : Muhamad Zainudin
Sekretaris                            : Erwin Gunawan
Bendahara                            : sisi
*Seksi-seksi*
1. Seksi Acara Malam Syukuran
Koordinator                : fikri
Anggota                      : Endah, Bambang, Iis, Novi, diki, Ari ,erdi, bustomi, januar.
2. Seksi Perlombaan siswa
Koordinator               : ikbal
Anggota                     : ari, nurman, nuel, qodri, Linda, Agus, Didi, Tuing,  Daus.
3. Seksi Umum & Dokumentasi
Koordinator               : awal
Anggota                     : mulyadi, firnandi, adit, dedy



II.6  JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN
Jadwal rinci pelaksanaan kegiatan akan ditetapkan dan diumumkan kemudian.
III. ESTIMASI BIAYA
III.1 PENGELUARAN
1. Seksi Kesekretariatan
- Pembuatan Proposal                              Rp. 25.000
- Foto kopi                                                Rp. 25.000
2. Seksi Acara Malam Syukuran
- Konsumsi                                               Rp. 800.000
- Hiburan Organ Tunggal                         Rp. 1.000.000
3. Seksi Perlombaan siswa
- Alat dan bahan perlombaan                  Rp. 100.000
- Hadiah-hadiah                                       Rp. 800.000
- Snack untuk 60 orang @Rp. 10.000     Rp. 600.000
4. Seksi Umum & Dokumentasi
- Cuci cetak foto                                       Rp. 50.000
- Transport                                                Rp. 100.000
Total                                                         Rp. 3.500.000
Terbilang: (Tiga Juta Lima Ratus Ribu Rupiah)






III.2 SUMBER DANA
Kegiatan ini memperoleh dana dari :
- Bantuan kas sekolah                                                 Rp.500.000
- OSIS                                                                         Rp.250.000
- Donasi para donatur  yang budiman                         Rp.1.750.000
- Partisipasi warga minimal Rp. 25.000/rumah           Rp.1.000.000
Total  Rp. 3.500.000
Terbilang:     (Tiga Juta Lima Ratus Ribu Rupiah)

IV. PENUTUP
Demikian proposal ini kami buat. Kami mengharapkan dukungan dan  partisipasi Bapak/Ibu. Semoga acara ini dapat terlaksana sebagaimana yang kita harapkan. Atas perhatian dan kerjasama Bapak/Ibu, kami ucapkan terima kasih.
LEMBAR PENGESAHAN
Ketua Pelaksana                                                                             Sekretaris

Muhamad zainudin                                                                Erwin gunawan
Menyetujui,
Kepala sekolah

Drs.budi suroso

cara membangun keluarga sakinah


cara  membangun keluarga sakinah
Assalamualikum Warahmatuallahi Wabarokatu

الْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ اْلإِيْمَانِ وَاْلإِسْلاَمِ. وَنُصَلِّيْ وَنُسَلِّمُ عَلَى خَيْرِ اْلأَنَامِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ
Segala puji bagi Allah yang telah memberikan anugerah iman dan Islam kepada kita.  Kita panjatkan doa dan keselamatan atas makhluk terbaik, pemimpin kita nabi Muhammad dan kepada keluarganya dan para sahabat semuanya.
Membangun keluarga Sakinah, Mawaddah, Warahmah
Perempuan adalah sumber sakinah, bukan laki-laki. Mari kita perhatikan firman Allah swt:
“Di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya Dia menciptakan untuk kalian isteri dari species kalian agar kalian merasakan sakinah dengannya; Dia juga menjadikan di antara kalian rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya dalam hal itu terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berpikir.” (Ar-Rûm: 21)”.
Dalam ayat ini ada kalimat “Litaskunû”, supaya kalian memperoleh atau merasakan sakinah. Jadi sakinah itu ada pada diri dan pribadi perempuan. Laki-laki harus mencarinya di dalam diri dan pribadi perempuan. Tapi perlu diingat laki-laki harus menjaga sumber sakinah, tidak mengotori dan menodainya. Agar sumber sakinah itu tetap terjaga, jernih dan suci, dan mengalir tidak hanya pada kaum bapak tetapi juga anak-anak sebagai anggota rumah tangga, dan gerasi penerus.

Kita bisa belajar dari fakta dan relialita. Kaum isteri yang sudah ternoda mata air sakinahnya berdampak pada anak-anak sebagai penerus ummat Rasulullah saw. Siapa yang paling berdosa? Jelas yang mengotori dan menodainya.
Sebagai pengantar untuk membangun keluarga sakinah baiklah kita pelajari Hak dan Kewajiban yang buat oleh Allah dan Rasul-Nya, antara lain:
1. Suami adalah pemimpin rumah tangga
“Kaum lelaki adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita)..”(An-Nisa’: 34)
2. Suami dipatuhi dan tidak boleh ditentang
3. Tanpa izin suami, isteri tidak boleh mensedekahkan harta suami, dan tidak boleh berpuasa sunnah.
4. Suami harus dilayani oleh isteri dalam hubungan badan kecuali uzur, dan isteri tidak boleh keluar rumah tanpa izinnya. Rasulullah saw bersabda:
“Isteri harus patuh dan tidak menentangnya. Tidak mensedekahkan apapun yang ada di rumah suami tanpa izin sang suami. Tidak boleh berpuasa sunnah kecuali dengan izin suami. Tidak boleh menolak jika suaminya menginginkan dirinya walaupun ia sedang dalam kesulitan. Tidak diperkenankan keluar rumah kecuali dengan izin suami.” (Al-Faqih, 3:277)
5. Menyalakan lampu dan menyambut suami di pintu
6. Menyajikan makanan yang baik untuk suami
7. Membawakan untuk suami bejana dan kain sapu tangan untuk mencuci tangan dan mukanya
8. Tidak menolak keinginan suami hubungan badan kecuali dalam keadaan sakit
Rasulullah saw juga bersabda:
“Hak suami atas isteri adalah isteri hendaknya menyalakan lampu untuknya, memasakkan makanan, menyambutnya di pintu rumah saat ia datang, membawakan untuknya bejana air dan kain sapu tangan lalu mencuci tangan dan mukanya, dan tidak menghindar saat suami menginginkan dirinya kecuali ia sedang sakit.” (Makarim Al-Akhlaq: 215)
Rasulullah saw juga bersabda:
“(Ketahuilah) bahwa wanita tidak pernah akan dikatakan telah menunaikan semua hak Allah atasnya kecuali jika ia telah menunaikan kewajibannya kepada suami.” (Makarim Al-Akhlaq:215)
Hak-Hak Isteri
1. Isteri sebagai sumber sakinah, cinta dan kasih sayang. Suami harus menjaga kesuciannya. (QS Ar-Rum: 21)
2. Isteri harus mendapat perlakukan yang baik
“Ciptakan hubungan yang baik dengan isterimu.” ( Al-Nisa’ :19)
3. Mendapat nafkah dari suami
4. Mendapatkan pakaian dari suami
5. Suami tidak boleh menyakiti dan membentaknya
Pada suatu hari Khaulah binti Aswad mendatangi Rasulullah saw dan bertanya tentang hak seorang isteri. Beliau menjawab:
“Hak-hakmu atas suamimu adalah ia harus memberimu makan dengan kwalitas makanan yang ia makan dan memberimu pakaian seperti kwalitas yang ia pakai, tidak menampar wajahmu, dan tidak membentakmu” (Makarim Al-Akhlaq:218)
Rasulullah saw juga bersabda:
“Orang yang bekerja untuk menghidupi keluarganya sama dengan orang yang pergi berperang di jalan Allah.”. (Makarim Al-Akhlaq:218)
“Terkutuklah! Terkutuklah orang yang tidak memberi nafkah kepada mereka yang menjadi tanggung jawabnya.” (Makarim Al-Akhlaq:218)
6. Suami harus memuliakan dan bersikap lemah lembut
7. Suami harus memaafkan kesalahannya
Cucu Rasulullah saw Imam Ali Zainal Abidin (sa) berkata:
“Adapun hak isteri, ketahuilah sesungguhnya Allah Azza wa Jalla telah menjadikan untukmu dia sebagai sumber sakinah dan kasih sayang. Maka, hendaknya kau sadari hal itu sebagai nikmat dari Allah yang harus kau muliakan dan bersikap lembut padanya, walaupun hakmu atasnya lebih wajib baginya. Karena ia adalah keluargamu Engkau wajib menyayanginya, memberi makan, memberi pakaian, dan memaafkan kesalahannya.”
Menghindari pertikaian
Rasulullah saw bersabda:
“Laki-laki yang terbaik dari umatku adalah orang yang tidak menindas keluarganya, menyayangi dan tidak berlaku zalim pada mereka.” (Makarim Al-Akhlaq:216-217)
“Barangsiapa yang bersabar atas perlakuan buruk isterinya, Allah akan memberinya pahala seperti yang Dia berikan kepada Nabi Ayyub (a.s) yang tabah dan sabar menghadapi ujian-ujian Allah yang berat. (Makarim Al-Akhlaq:213)
“Barangsiapa yang menampar pipi isterinya satu kali, Allah akan memerintahkan malaikat penjaga neraka untuk membalas tamparan itu dengan tujuh puluh kali tamparan di neraka jahanam.” (Mustadrak Al- Wasail 2:550)
Isteri tidak boleh memancing emosi suaminya, Rasulullah saw bersabda:
“Isteri yang memaksa suaminya untuk memberikan nafkah di luar batas kemampuannya, tidak akan diterima Allah swt amal perbuatannya sampai ia bertaubat dan meminta nafkah semampu suaminya.” (Makarim Al-Akhlaq: 202)
Ada suatu kisah, pada suatu hari seorang sahabat mendatangi Rasulullah dan berkata: “Ya Rasulullah, aku memiliki seorang isteri yang selalu menyambutku ketika aku datang dan mengantarku saat aku keluar rumah. Jika ia melihatku termenung, ia sering menyapaku dengan mengatakan: Ada apa denganmu? Apa yang kau risaukan? Jika rizkimu yang kau risaukan, ketahuilah bahwa rizkimu ada di tangan Allah. Tapi jika yang kau risaukan adalah urusan akhirat, semoga Allah menambah rasa risaumu.”
Setelah mendengar cerita sahabatnya Rasulullah saw bersabda:
“Sampaikan kabar gembira kepadanya tentang surga yang sedang menunggunya! Dan katakan padanya, bahwa ia termasuk salah satu pekerja Allah. Allah swt mencatat baginya setiap hari pahala tujuh puluh syuhada’.” Kisah ini terdapat dalam kitab Makarimul Akhlaq: 200.
BIMBINGAN RASULULLAH DALAM KEHiDUPAN BERUMAH TANGGA
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam selaku uswatun hasanah (suri tauladan yang baik) yang patut dicontoh telah membimbing umatnya dalam hidup berumah tangga agar tercapai sebuah kehidupan rumah tangga yang sakinah mawaddah warohmah. Bimbingan tersebut baik secara lisan melalui sabda beliau shallallahu ‘alaihi wasallam maupun secara amaliah, yakni dengan perbuatan/contoh yang beliau shalallahu ‘alaihi wasallam lakukan. Diantaranya adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam senantiasa menghasung seorang suami dan isteri untuk saling ta’awun (tolong menolong, bahu membahu, bantu membantu) dan bekerja sama dalam bentuk saling menasehati dan saling mengingatkan dalam kebaikan dan ketakwaan, sebagaimana sabda beliau shallallahu ‘alaihi wasallam:
اسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ فَإِنَّ الْمَرْأَةَ خُلِقَتْ مِنْ ضِلَعٍ وَإِنَّ أَعْوَجَ شَيْءٍ فِي الضِّلَعِ أَعْلَاهُ فَإِنْ ذَهَبْتَ تُقِيمُهُ كَسَرْتَهُ وَإِنْ تَرَكْتَهُ لَمْ يَزَلْ أَعْوَجَ
فَاسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ
“Nasehatilah isteri-isteri kalian dengan cara yang baik, karena sesungguhnya para wanita diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok dan yang paling bengkok dari tulang rusuk adalah bagian atasnya (paling atas), maka jika kalian (para suami) keras dalam meluruskannya (membimbingnya), pasti kalian akan mematahkannya. Dan jika kalian membiarkannya (yakni tidak membimbingnya), maka tetap akan bengkok. Nasehatilah isteri-isteri (para wanita) dengan cara yang baik.” (Muttafaqun ‘alaihi. Hadits shohih, dari shahabat Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu)
Dalam hadits tersebut, kita melihat bagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membimbing para suami untuk senantiasa mendidik dan menasehati isteri-isteri mereka dengan cara yang baik, lembut dan terus-menerus atau berkesinambungan dalam menasehatinya. Hal ini ditunjukkan dengan sabda beliau shallallahu ‘alaihi wasallam:
وَإِنْ تَرَكْتَهُ لَمْ يَزَلْ أَعْوَجَ
yakni “jika kalian para suami tidak menasehati mereka (para isteri), maka mereka tetap dalam keadaan bengkok,”
artinya tetap dalam keadaan salah dan keliru. Karena memang wanita itu lemah dan kurang akal dan agamanya, serta mempunyai sifat kebengkokan karena diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok sebagaimana disebutkan dalam hadits tadi, sehingga senantiasa butuh terhadap nasehat.
Akan tetapi tidak menutup kemungkinan juga bahkan ini dianjurkan bagi seorang isteri untuk memberikan nasehat kepada suaminya dengan cara yang baik pula, karena nasehat sangat dibutuhkan bagi siapa saja. Dan bagi siapa saja yang mampu hendaklah dilakukan.
 Allah subhanahu wata’ala berfirman (artinya):
“Dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (Al ‘Ashr: 3)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ
“Agama itu nasehat.” (HR. Muslim no. 55)
Maka sebuah rumah tangga akan tetap kokoh dan akan meraih suatu kehidupan yang sakinah, insya Allah, dengan adanya sikap saling menasehati dalam kebaikan dan ketakwaan.
DIANTARA TIPS/CARA MERAIH KEHIDUPAN YANG SAKINAH
1. Berdzikir
Ketahuilah, dengan berdzikir dan memperbanyak dzikir kepada Allah, maka seseorang akan memperoleh ketenangan dalam hidup (sakinah). Allah subhanahu wata’ala berfirman (artinya):
“Ketahuilah, dengan berdzikir kepada Allah, (maka) hati (jiwa) akan (menjadi) tenang.” (Ar Ra’d: 28)
Baik dzikir dengan makna khusus, yaitu dengan melafazhkan dzikir-dzikir tertentu yang telah disyariatkan, misal:
أَسْتَغْفِرُالله ,
dan lain-lain, maupun dzikir dengan makna umum, yaitu mengingat, sehingga mencakup/meliputi segala jenis ibadah atau kekuatan yang dilakukan seorang hamba dalam rangka mengingat Allah subhanahu wata’ala, seperti sholat, shoum (puasa), shodaqoh, dan lain-lain.

2. Menuntut ilmu agama
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِيْنَةُ
“Tidaklah berkumpul suatu kaum/kelompok disalah satu rumah dari rumah-rumah Allah (masjid), (yang mana) mereka membaca Al Qur`an dan mengkajinya diantara mereka, kecuali akan turun (dari sisi Allah subhanahu wata’ala) kepada mereka as sakinah (ketenangan).” (Muttafaqun ‘alaihi. Hadits shohih, dari shahabat Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu)
Dalam hadits diatas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memberikan kabar gembira bagi mereka yang mempelajari Al Qur`an (ilmu agama), baik dengan mempelajari cara membaca maupun dengan membaca sekaligus mengaji makna serta tafsirnya, yaitu bahwasanya Allah akan menurunkan as sakinah (ketenangan jiwa) pada mereka.
http://rizkyahmad88.wordpress.com/2011/07/19/membangun-keluarga-sakinah-mawaddah-warahmah/